SULTRA (Jakarta) - Impian Gubernur Sultra, Nur Alam untuk membentangkan jembatan megah dengan arstitektur menawan yang menghubungkan kota lama Kendari dengan Lapulu yang disebut sebagai jembatan Bahteramas benar-benar akan terwujud. Setelah gagal tender dan diambil alih Jakarta, proyek itu kini masuk dalam list Bapenas untuk dibantu penganggarannya. Sebagai langkah awal, di APBN 2014 nanti, akan diusulkan anggaranya sebesar Rp 60 M.
“Ini akan bertahap, dan kita ajukan minimal Rp 60 Miliar dulu, lalu akan berlanjut. Tidak bisa sekaligus karena, memang keterbatasan anggaran," ujar anggota Komisi V DPR RI, Umar Arsal, ketika ditemui, tadi malam. Kader Demokrat ini mengatakan, Nur Alam terus melakukan komunikasi secara intensif, terhadap pemerintah maupun DPR, agar pembangunan jembatan bisa terealisasi.
Bahkan, dalam pertemuan di Jakarta maupun di Makassar jembatan menjadi salah satu topik yang dipaparkan terhadap DPR oleh gubernur. Menurut Umar, proyek ini telah dimasukan ke Bappenas maupun Kementerian PU dan diupayakan bisa masuk dalam persetujuan anggaran 2014 nanti yang disetujui oleh DPR. Dikatakannya, awalnya proyek jembatan mendapat pinjaman dari China Rp 800 Miliar, namun karena melampaui owner estimate terjadi kegagalan dalam lelang.
Nah, pemerintah melalui APBN telah menyiapkan lebih dari Rp 350 Miliar. Ia menyatakan, komisi V akan membantu mewujudkan dana pembangunan jembatan tersebut. “Ini kewajiban kita untuk memperjuangkan, dan memang perjuangan Gubernur kita sangat baik. Yang jelas akan bertahap, seperti di Ambon, ada pembangunan jembatan juga tidak mesti disetujui sekaligus anggarannya. Dan perlu digaris bawahi, ketua Komisi V telah menyatakan akan memperjuangkan dananya, dan kami semua sepakat mempriotaskan mana yang menjadi prioritas karena anggaran yang terbatas. Apakah itu pelabuhan, bandara, waduk, irigasi," terangnya.
Ketua Komisi V DPR RI, Laurens Bahang Dama mengakui akan mendukung rencana pembangunan infrastruktur di Sulawesi. Soal jembatan Bahteramas kata dia, akan diprioritaskan pada alokasi tahun 2014 untuk menunjang pembangunan infrastruktur, terutama yang di perlukan di wilayah Sulawesi, terlebih lagi di Sultra.
“Semuanya, untuk menunjang seluruh program pemerintah, khususnya menjadikan daerah yang berkembang dalam mensejahterakan masyarakat. Kalau berdasarkan pengalamannya, beberapa bantuan dari luar negeri seperti dari China banyak problem, dan itu tidak membantu Indonesia. Padahal secara politis program infrastruktur lebih baik dibiayai APBN. Bukan hanya di Sultra, tapi banyak juga di daerah lain," terangnya.
Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, menyatakan pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 264 triliun untuk pembangunan infrastruktur tahun depan. Anggaran ini meningkat dari alokasi APBN-P 2013 sebesar Rp240 triliun. Kata Armida, ada beberapa proyek besar yang akan dibangun menggunakan anggaran tersebut, khususnya terkait infrastruktur sarana transportasi di perkotaan.
Ia menyebut, beberapa daerah bakal mendapat anggaran misalnya, Makasar (Sulawesi Selatan) Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat) Bali juga beberapa daerah lainnya. Terkait jembatan Bahteramas, apakah akan disetujui semua akan ditentukan melalui pembahasan bersama DPR RI. “Tahap awal, pemerintah anggarkan, Rp 700 miliar untuk pembangunan tahap pertama. Tidak bia sekaligus, atau harus beberapa tahun, multiyears, tahun depan dimulai tahap pertama," tuturnya,” kepada sejumlah awak media, di Jakarta, kemarin.
Armida menambahkan, dalam penetapan anggaran terjadi peningkatan pada belanja modal Kementerian dan Lembaga Pemerintah. Anggaran belanja modal di patok sebesar Rp 209 triliun tahun depan meningkat dari sebelumnya dalam APBN-P 2013 sebesar Rp 192,6 triliun.
Sumber: kendari pos

No comments:
Post a Comment